Perjalanan Piala Dunia 2018 : Tim Mesir

 

BOLA558.NET: Piala Dunia 2018_Kehadiran tim asal Benua Afrika, Mesir, di Rusia tetaplah menggemparkan meski mereka bukan lagi sebagai tim debutan di Piala Dunia 2018. Setelah sempat tertidur selama 28 tahun, akhirnya tim yang diasuh oleh pelatih Hector Cuper akhirnya memastikan berada pada salah satu tempat di kejuaraan sepak bola bergengsi empat tahunan tersebut.

Dengan kesuksesan tersebut masyarakat Mesir merayakannya dengan gegap gempita hingga sampai turun ke jalan. Hingga mereka sampai menyematkan label pahlawan kepada skuad Mesir yang sukses melaju ke Piala Dunia 2018. Tim berjulukan The Pharaorhs tersebut sebelumnya telah mengikuti putaran final Piala Dunia sebanyak dua kali, diawali pada tahun 1934, lalu ikut kembali di tahun 1990. Tim Nasional Mesir memang boleh disebut sebagai salah satu raja di Piala Afrika. Pasalnya mereka berhasil menjuara ajang tersebut sebanyak 21 kali. Namun kenyataannya pada Piala Dunia kekuatan Mesir masih harus diuji. Berdasarkan catatan, Mesir menduduki peringkat 31 Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Pelatih mereka Hector Cuper baru bergabung meracik strategi tanding tim The Pharaohs pada bulan Maret 2015, dan berhasil memimpin mereka sampai ke final Piala Afrika 2017, namun pada laga final tersebut mereka dikalahkan oleh sang juara yaitu Kamerun. Akan tetapi, keberhasilan Cuper membawa Mesir kembali berlaga di putaran final Piala Dunia merupakan prestasi tersendiri dari pelatih asal Argentina tersebut dan dengan berada dipuncak Grup E Zona Afrika.

Tim Nasional Mesir bergabung bersama Uganda, Ghana, dan Kongo di Zona CAF Gup E. Pasalnya, tim yang berjulukan The Pharaohs ini berhasil lolos dengan hanya menelan sekali kekalahan dari enam pertandingan. kekalahan ini dialami Mesir saat bertandang ke Markas Uganda di putaran pertama. Mesir memastikan diri akan berada di Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kongo di putaran kedua. Meskipun telah lolos di Piala Dunia, tantangan berat masih menanti Mesir. bukan perkara mudah untuk lolos ke fase gugur melihat lawan-lawan mereka di Grup E tersebut. Akan tetapi, Cuper merasa yakin behwa timnya bisa melakukan yang terbaik di Rusia. Cuper mengungkapkan, untuk bisa lolos ke babak kedua, Mesir mengincar posisi runner-up Grup A. Ia berprinsip bahwa hasil sepak bola tetaplah tidak bisa ditebak, walau dia sendiri tidak yakin bahwa Mesir mampu tampil superior atas negara kuat seperti Uruguay. Mengenai persiapan tim yang bersamaan dengan puasa Ramadan, Cuper menegaskan bahwa dirinya tidak melarang pemainnya untuk menjalankan ibadah puasa. Ia juga telah berkonsultasi perihal tersebut dengan asosiasi sepak bola Mesir. ” Asosiasi sepak bola Mesir telah menyewa spesialis untuk membantu saya dan para pemain selama Ramadan. Kami akan mengatur dan memantau pola makan dan tidur mereka, sehingga puasa tak akan berpengaruh buruk pada mereka,” kata pelatih asal Argentina tersebut. Dengan demikian, disepakati bahwa Mesir akan menyewa pakar kesehatan dan kebugaran untuk memastikan para pemainnya tetap fit meski berlatih keras dalam kondisi sedang berpuasa.

Bagikan Berita ini ke teman-teman Anda :

Berita Yang Mungkin Berkaitan :