Ozil Mundur Dari Timnas Jerman, Ini Alasannya


Mesut Ozil mengatakan mundur dan tidak akan lagi bermain di tingkat internasional untuk Timnas Jerman setelah diperlakukan secara tak hormat dan diperlakukan secara rasis khususnya oleh Presiden Federasi sepakbola Jerman. Pemain berusia 29 tahun itu mengeluarkan pernyataan keras dan panjang di twitter, dimana ia secara khusus menyalahkan Presiden DFB (perhimpunan sepak bola Jerman) Reinhard Grindel. Gelandang milik Arsenal itu dalam beberapa pekan belakangan ini memang terus menuai kritikan. Bahkan sebelum gelaran Piala Dunia 2018 dimulai.

Ozil mengatakan dia “tidak mau lagi jadi kambing hitam karena ketidakmampuan [Grindel] melakukan pekerjaannya dengan benar. Kritikan, dan bahkan cercaan, dilontarkan kepadanya setelah ia kedapatan berfoto bareng Presiden Turki, Racip Erdogan. Kritikan dan cercaan itu tak cuma datang dari fans tapi juga dari median dan parahnya, Presiden federasi Sepakbola Jerman [DFB] sendiri yakni Reinhard Grindel. “Di mata Grindel dan pendukungnya, saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya seorang imigran ketika kami kalah,” tambahnya. “Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir bahwa apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya di tahun 2009 telah dilupakan.”

Ia mengirim sebuah surat terbuka via Twitter. Ia memecah surat itu menjadi tiga bagian, dan di bagian terakhir inilah ia menyatakan pensiun dari skuat Panser.



Situasi diperparah dengan permainan buruk Ozil selama di Rusia. Apalagi pada akhirnya timnas Jerman gagal lolos dari fase grup.  “Dengan berat hati dan penuh pertimbangan setelah banyak kejadian baru-baru ini, saya tak akan lagi bermain bagi Jerman di level internasional selagi saya masih merasa adanya perlakukan rasis dan tak dihormati. Saya dulu terbiasa mengenakan jersey Jerman dengan rasa bangga dan perasaan bersemangat, tapi sekarang tidak lagi.”

Keputusan ini sangat rumit saya utarakan, tapi ketika pejabat-pejabat DFC mempermalukan saya seperti yang telah mereka lakukan, menhina darah Turki saya dan secara egois membuat saya menjadi propaganda politik, maka cukup sudah.  Ini bukan penyebab mengapa saya main sepakbola dan saya tak akan diam saja dan tak melakukan apapun soal itu. Rasisme harusnya sama sekali tak pernah boleh diterima.”

Bagikan Berita ini ke teman-teman Anda :

Berita Yang Mungkin Berkaitan :