Buffon Belum Tampil Sebagus Yang Diharapkan Di PSG

 

Bola558 – Gianluigi Buffon merupakan fenomena sepak bola Italia. Dia memiliki karier yang begitu lama di sepak bola berkat kesetiaannya dengan Juventus.

Dia berbakti di Juventus selama 17 musim. Ini sebuah torehan yang sangat panjang untuk seorang kiper berusia 40 tahun ini. Setelah meninggalkan Juventus, Buffon seperti hendak gantung sarung tangan.

Namun faktanya, Buffon memilih untuk pindah ke Paris Saint-Germain (PSG) dengan durasi kontrak satu musim. Dia membawa satu harapan bisa mendapatkan satu trofi yang diidam-idamkannya dengan PSG, yaitu Liga Champions.

Sayang, Buffon seakan kehilangan taji di PSG. Tanda-tanda itu terlihat dari catatan kebobolan 4 gol dari dua pertandingan PSG di pramusim International Champions Cup 2018.

Dia tampil saat PSG kalah 1-3 dari Bayern Munchen dan saat kalah 1-5 dari Arsenal. Benarkah Buffon benar-benar kehilangan taji? Atau Buffon sedang belum siap menghadapi musim baru dengan tim baru seperti PSG?

Penampilan buruknya ini membuat dia sulit untuk memberi impresi kepada pelatih PSG, Thomas Tuchel. Eks Dortmund ini juga tak mau menjamin posisi Buffon sebagai kiper utama di PSG nanti. Tuchel tak mau berpatokan dengan karier panjang Buffon di Juventus.

Dia juga realistis karena PSG punya kiper muda yang lebih tangguh seperti Kevin Trapp. Tuchel ingin Buffon berjuang untuk kariernya di PSG.

“Buffon tidak takut untuk bersaing memperebutkan posisi. Kevin dan Alphonse juga tak takut untuk bersaing. Persaingan seperti ini yang saya inginkan di semua posisi,” ujar Tuchel seperti dikutip dari iol.co.za.

Buffon sendiri tak terkejut dengan buruknya penampilan di PSG pada laga pramusim. Dia merasa tak kecil hati kalau nantinya bukan menjadi pilihan utama di PSG.

Dia mengatakan tak pernah merasa jadi kiper yang dominan saat bermain. Dalam 656 kali penampilan di Juventus, Buffon mengaku tak sekalipun dirinya merasa yakin bakal terus dimainkan.

“Selama 24 tahun berkarier di sepak bola, tak satu pun yang pernah memberitahu saya pasti jadi pilihan utama. Semua terjadi berkat latihan keras dan prestasi di lapangan,” ujar Buffon.

“Maka itu, saya akan terus seperti itu. Saya juga membantu kiper lain untuk berkembang.”

Bagikan Berita ini ke teman-teman Anda :

Berita Yang Mungkin Berkaitan :